logo
Insurance Consultant
image

Insurance Consultant

Telp. +62-812-1887-2167


Kami siap membantu anda dalam proses penutupan asuransi atau klaim asuransi.
Dengan dukungan Tenaga ahli yang berpengalaman.
Kategori
Customer Service

WA/TELP : +62-81218872167

EMAIL  : admin@rimasindo.com

Miliki Website Sendiri

Cek Nama Domain ?

Statistik Pengunjung


counter


Sekilas Mengenai Asuransi

image

Definisi dan Pengertian

Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda assurantie (asuransi), yang dalam hukum Belanda disebut dengan verzekering yang artinya pertanggungan. Dalam bahasa Inggris, asuransi disebut insurance, yang dalam bahasa Indonesia telah menjadi bahasa populer dan diadopsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan padanan kata "pertanggungan". Echols dan Shadilly memaknai kata insurance dengan (a) asuransi, dan (b) jaminan.

Banyak definisi tentang asuransi (konvensional), namun, definisi asuransi yang baku dapat dilacak dari peraturan (perundang-undangan) dan beberapa buku yang berkaitan dengan asuransi. Mark R. Greene : "An economic institution that reduces risk by combining under one management and group of objects so stuated that the aggregate accidental losses to which the group is subject become predictable within narrow limits" (Institusi ekonomi yang mengurangi resiko dengan menggabungkan di bawah satu manajemen dan kelompok objek dalam suatu kondisi sehingga kerugian besar yang terjadi yang diderita oleh suatu kelompok yang tadi dapat diprediksi dalam lingkup yang lebih kecil.). Robert I Mehr mendefinisikan asuransi adalah, "a device for reducing risk by combining a sufficient number of exposure units to make their individual lossses collectively predictable. The predictable loss in then shared by or distributed proportionately among all units in the combination". (Suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi). Kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit-unit dalam gabungan tersebut. (http://agustianto.niriah.com/ [27/03/2009]).

Menurut wikipedia, Asuransi adalah sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan risiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya. Dalam ensiklopedi Indonesia disebutkan "Asuransi adalah jaminan atau pertangungan yang diberikan oleh penanggung (perusahaan) kepada tertanggung untuk resiko kerugian sebagai yang ditetapkan dalam surat perjanjian bila terjadi kebakaran, kerusakan dan sebagainya. Ataupun mengenai kehilangan jiwa (kematian) atau kecelakaan lainnya dengan tertanggung membayar premi sebanyak yang ditentukan kepada penanggung. (Ensiklopedi Indonesia:1996).

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggungjawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggalnya atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. (UU no. 2, tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian).

Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan manusia, tanggung jawab hukum serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang, rusak, rugi dan/atau berkurang nilainya. (UU no. 2, tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian).

Usaha asuransi yaitu usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi, memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup meninggalnya seseorang. (UU no. 2, tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian).

Asuransi syariah(Asuransi Islam) (Ta'min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. (DSN MUI fatwa no. 21/DSN-MUI/X/2001).
Dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa asuransi (Ar: at-ta'min) adalah "transaksi perjanjian antara dua pihak; pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat".

Prinsip-Prinsip Dasar Asuransi

Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu insurable interest, utmost good faith, proximate cause, indemnity, subrogation dan contribution.

  • Insurable interest, yaitu hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
  • Utmost good faith, yaitu suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
  • Proximate cause, yaitu suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
  • Indemnity, yaitu suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
  • Subrogation, yaitu pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
  • Contribution, yaitu hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity. 

(Rivai. 2007 : 1016)

 

Manfaat Asuransi
- Memberikan rasa aman dan perlindungan
- Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
- Memberi kepastian
- Sarana Menabung
- Instrumen pengalihan dan penyebaran risiko
- Membantu meningkatkan kegiatan usaha tertanggung
- Menjadikan hidup lebih tenang dan terhindar dari stress
- Jaminan Kredit
- Sebagai media perencanaan keuangan
(Rivai. 2007 : 1005)

 

Tujuan Asuransi

Tujuan berasuransi bisa dilihat dari perspektif masing-masing, baik dari sisi Tertanggung maupun sisi penanggung. Secara umum tujuan asuransi untuk mendapatkan ganti rugi yaitu untuk mengembalikan Tertanggung kepada posisi keuangannya semula sebelum kejadian kerugian atau untuk menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan akibat terjadinya peristiwa kerugian sehingga ia masih mampu berdiri seperti sebelum menderita kerugian. Sedangkan tujuan Tertanggung itu sendiri adalah untuk memperoleh rasa tentram dari risiko yang dihadapinya atas kegiatan usahanya atau atas harta miliknya atau jiwanya serta untuk mendorong keberaniannya menggiatkan usaha yang lebih besar dengan risiko yang lebih besar karena risiko yang besar tersebut diambil alih oleh penanggung. Sedangkan tujuan penanggung secara umum adalah untuk memperoleh keuntungan dari hasil usaha perasuransian disamping menyediakan lapangan kerja, meringankan risiko yang dihadapi oleh nasabahnya dan premi yang dikumpulkan dari nasabah dapat digunakan untuk investasi yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan bangsa dan negara. (Rivai. 2007 : 1020)

 

Para Pihak Dalam Asuransi

Secara umum dapat disebutkan para pihak dalam asuransi yaitu :

  • Tertanggung, yaitu seseorang atau suatu badan atau institusi yang mengalihkan risikonya kepada perusahaan asuransi dan mempunyai kepentingan terhadap object pertanggungan.
  • Penanggung/underwriter, perusahaan asuransi yang menerima pengalihan risiko dari tertanggung. Atau menurut UU No. 2 tahun 1992, Perusahaan asuransi kerugian adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Sedangkan Perusahaan asuransi jiwa adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penaggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
  • Perusahaan reasuransi adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian dan/atau perusahaan asuransi jiwa.
  • Perusahaan pialang asuransi (broker asuransi) adalah perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung. 
  • Agen Asuransi adalah pihak yang mewakili penanggung dalam melakukan transaksi kepada tertanggung untuk penutupan asuransi, baik jiwa maupun kerugian/umum
  • Loss Adjuster atau perusahaan penilai kerugian adalah pihak yang menilai dan menganalisa kerugian yang dialami oleh Tertanggung disebabkan oleh peristiwa yang dijamin dalam polis.
  • Claim Investigator adalah pihak yang melakukan investigasi atas suatu kasus klaim untuk menentukan kebenaran klaim yang diajukan oleh Tertanggung

 

Jenis-Jenis Asuransi
1. Asuransi Umum

  • Asuransi Kebakaran, untuk di Indonesia dikenal untuk asuransi kebakaran sesuai dengan polis standar yang diterbitkan oleh AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) adalah Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKBI) yang menjamin kerugian yang disebabkan oleh kebakaran, asap, ledakan, sambaran petir dan kejatuhan pesawat terbang (Flexas : Fire, explotion,)
  • Asuransi Rekayasa, atau asuransi yang menjamin yang berhubungan dengan rekayasa atau engineering, misalnya asuransi mesin, asuransi pembangunan proyek, asuransi elektronik, asuransi pemasangan mesin, dan lain sebagainya.
  • Asuransi pengangkutan (Marine Cargo) yaitu asuransi yang menjamin pengangkutan barang, baik di darat, udara ataupun air/laut.
  • Asuransi kendaraan bermotor atau PSAKBI (polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia) yang menjamin kendaraan bermotor baik kerusakan total (Total Loss) maupun kerusakan sebagian (partial loss) ataupun juga terhadapa pihak ketiga (TJH).
  • Asuransi kerangka kapal, asuransi pesawat terbang, asuransi kecelakaan, dan banyak jenis lainnya. 

2. Asuransi Jiwa

  • Asuransi jiwa / kematian yang menjamin untuk membayarakan kepada ahli waris bila tertanggung meninggal baik karena sakit atau alamai maupun karena kecelakaan
  • Asuransi kesehatan yang menjamin pembayaran bila tertanggung mengalami sakit yang dirawat inap maupun rawat jalan.
  • Asuransi sosial yang menyediakan jaminan sosial bagi masyarakat
  • Dan jenis asuransi jiwa lainnya yang sekarang ini banyak menawarkan asuransi yang juga merupakan investasi, seperti asuransi jaminan hari tua ataupun asuransi pendidikan. 

3. Asuransi Kredit
Asuransi yang bertujuan untuk melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak memperoleh kembali kredit yang diberikannya kepada nasabah.

4. Reasuransi
Adalah pertanggungan ulang dari perusahaan asuransi kepada perusahaan reasuransi untuk menjaminkan suatu risiko yang diterima oleh perusahaan asuransi dari nasabahnya (Tertanggung). Perhitang sesinya yang disebut dengan treaty bisa secara proporsional (Quota share, surplus) maupun non proporsional (Excess of loss).

 

Disusun oleh Abdul Rohman (Disadur dari berbagai sumber)

Fri, 8 Sep 2017 @14:21


2 Komentar
image

Thu, 4 Jun 2015 @18:14

meydhi

Saya tertarik dengan tulisan anda yang berjudul "Sekilas Mengenai Asuransi" ini.
Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Ekonomi Syariah yang bisa anda kunjungi di <a><ahref="http://ekonomisyariah.blog.gunadarma.ac.id//">Informasi Tentang Ekonomi Syariah</a>

image

Fri, 5 Jun 2015 @09:50

salis uswatun khasanah

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Asuransi. Asurasi merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan keuangan, namun dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat dan mitos miring yang beredar di masyarakat seputar asuransi membuat masyarakat enggan untuk membeli produk asuransi.
Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah, seberapa penting asuransi di dalam kehidupan? Jawabnya adalah sangat penting. Untuk mengetahui seberapa penting asuransi, Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Asuransi yang bisa anda kunjungi di <a href="http://insurance.blog.gunadarma.ac.id//">Informasi Seputar Asuransi</a>

Copyright 2018 Rimasindo's Consultant All Rights Reserved